Mengharapkan do’a anak yatim

Kenapa saya membuat judul seperti di atas, berhubungan dengan artikel kemarin yang saya tulis dengan judul Memahami Ilmu Tentang Menyantuni Anak Yatim, apakah saya mengharapkan dengan menyatuni anak yatim saya akan mendapatkan do’a dari anak yatim, tentu tidak sama sekali, saya pernah mengikuti kajian tentang ini, jaman dahulu baginda Rassulallah Nabi Muhammad SAW pun berbuat demikian, meskipun beliau sibuk akan aktivitas berdakwah, berperang, mengajar dan lain-lain, beliau masih menyempatkan waktunya untuk bertemu anak yatim dan berdoa untuk mereka, dan juga beliau mengusap kepala mereka, seperti layaknya anak yatim tersebut anak beliau.

Sungguh mulia sekali tingkah dan prilaku beliau kepada anak yatim tersebut yang di jelaskan dalam TAHDZIB AL-ATSAR NO. 740 Dari idris bin Muhhammad bin Annas bin Fadhalah bin Muhammad berkata :  “Telah menceritakan kepada kami kakekku dan ayahnya berkata : Rasulullah SAW dating ke Madinah dan aku baru berumur dua minggu, aku didatangkan kepada Nabi dan beliau mengusap kepalaku dan bersabda : “”Berilah dia nama seperti namaku””.

Nah kita sebagai umat muslimin, sepatutnya mencontoh semua prilaku Nabi kita tersebut, karenanya kita menyantuni anak yatim pun, sepatutnya jangan mengaharapkan sesuatu dari mereka, dan Allah SWT maha melihat apa yang kita kerjakan di muka bumi ini.

Mengharapkan do’a anak yatim

Apakah doa anak yatim sangat mustajab? Sampai kita mengaharapkannya!!

Sebenarnya doa yang akan di ijabah oleh allah, terbagi 3, diantaranya adalah
Imam yang adil
Orang yang berpuasa dan ketika mereka berbuka
Orang-orang yang di zalimi

Ini dijelaskan dalam hadis dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ada 3 orang yang doanya tidak akan di tolak : imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doanya orang yang didzalimi, diangkat oleh Allah SWT ke atas awan, pintu-pintu langit di buka untuk menyambutnya, dan Allah SWT berfirman “Demi keagungan-Ku, sungguh aku akan menolongmu, meskipun berselang beberapa waktu.” (HR.Turmudzi 2525)

Cukup jelas kan, tidak ada dalil tentang mustajab nya doa anak yatim, jadi jangan ada niatan dalam diri kita untuk menyantuni anak yatim hanya karena ingin doa dari mereka, karena doa mereka mustajab, tapi yakinilah Allah SWT melihat, apa yang kita lakukan, semua kita harus kita niatkan hanya kepada Allah SWT.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel